Saatini Jabar AMP
Berita Jabar

Tim PKM-RE Unpad Kembangkan Nanoteranostik Berbasis Kelor untuk Kanker Serviks

[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran mengembangkan sistem nanoteranostik berbasis nanopartikel magnetik Fe₃O₄ untuk mendukung penghantar...

Oleh Tim Saat Ini

[Kanal Media Unpad] Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Padjadjaran mengembangkan sistem nanoteranostik berbasis nanopartikel magnetik Fe₃O₄ untuk mendukung penghantaran senyawa bioaktif secara lebih terarah pada sel kanker serviks. Inovasi tersebut memanfaatkan tanaman kelor (Moringa oleifera) melalui pendekatan green synthesis.

Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan nanopartikel Fe₃O₄ dengan APTMS, PEG, dan asam folat sebagai bagian dari proses fungsionalisasi. Nanopartikel tersebut kemudian dimuati kombinasi kurkumin dan piperin sebagai senyawa bioaktif.

“Konsep yang kami kembangkan mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu pemanfaatan bahan hayati melalui pendekatan green synthesis, penargetan berbasis asam folat, serta penghantaran kombinasi kurkumin dan piperin dalam satu platform nanoteranostik,” jelas tim PKM-RE Unpad.

Pemanfaatan ekstrak kelor dilakukan dalam proses sintesis nanopartikel Fe₃O₄. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan sumber daya hayati lokal dalam pengembangan material nano sekaligus mengeksplorasi metode sintesis yang lebih berkelanjutan.

Setelah proses sintesis, nanopartikel dimodifikasi menggunakan APTMS dan PEG untuk mendukung karakteristik permukaan dan kestabilan sistem. Asam folat digunakan sebagai targeting ligand karena reseptor folat diketahui dapat diekspresikan pada sejumlah jenis sel kanker, termasuk kanker serviks. Sementara itu, kurkumin dan piperin digunakan sebagai senyawa bioaktif yang dibawa oleh nanopartikel.

Pengembangan sistem tersebut kemudian dievaluasi melalui sejumlah karakterisasi, di antaranya UV-Vis, Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Particle Size Analyzer (PSA), dan zeta potential. Hasil karakterisasi menunjukkan ukuran hidrodinamik partikel sekitar 245,6 nanometer dengan nilai zeta potential -48,3 mV setelah proses fungsionalisasi dan pemuatan kurkumin–piperin.

Pengujian biologis juga dilakukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai karakter sistem. Pada pengujian terhadap sel normal, formulasi menunjukkan biokompatibilitas yang baik pada kondisi pengujian. Selain itu, pengujian pelepasan menunjukkan pola pelepasan kurkumin secara bertahap sebagai informasi awal mengenai karakter nanopartikel sebagai sistem pembawa senyawa bioaktif.

Melalui integrasi green synthesis, nanopartikel magnetik Fe₃O₄, penargetan berbasis asam folat, serta kombinasi kurkumin dan piperin, penelitian ini menjadi tahap awal pengembangan platform nanoteranostik berbasis bahan hayati lokal untuk mendukung penelitian kanker serviks.

“Harapan kami, penelitian ini dapat terus dikembangkan melalui pengujian yang lebih mendalam mengenai efektivitas dan mekanisme kerja sistem nanoteranostik. Pemanfaatan bahan hayati lokal juga membuka peluang untuk mengeksplorasi pengembangan nanomedisin yang inovatif dan berkelanjutan,” harap tim PKM-RE Unpad.* (Rilis oleh: Ghevarani Putri Adhesa/R01)

Sumber: https://fmipa.unpad.ac.id/tim-pkm-re-unpad-kembangkan-nanoteranostik-berbasis-bahan-hayati-untuk-penanganan-kanker-serviks/

The post Tim PKM-RE Unpad Kembangkan Nanoteranostik Berbasis Kelor untuk Kanker Serviks appeared first on Universitas Padjadjaran.

Sumber: Universitas Padjadjaran