[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menempati posisi pertama di Indonesia berdasarkan jumlah ilmuwan yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists Tahun 2026, dengan total 20 ilmuwan yang ...
[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menempati posisi pertama di Indonesia berdasarkan jumlah ilmuwan yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists Tahun 2026, dengan total 20 ilmuwan yang terdiri atas 19 dosen di lingkungan Unpad dan satu alumni Fakultas Kedokteran Unpad. Posisi tersebut merujuk pada pemeringkatan institusi dalam daftar tahun 2026 yang dihimpun oleh https://topscinet.com/countries/indonesia/.
Capaian yang dirilis oleh Standford University dan Elsevier pada Rabu, (7/10) ini menjadi pengakuan atas kontribusi para akademisi Unpad dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus momentum untuk memperkuat riset yang berdampak bagi masyarakat.
Direktur Riset, Hilirisasi dan PKM Unpad Prof. Nur Atik, menyampaikan bahwa Unpad bersyukur dan mengapresiasi pengakuan internasional yang menunjukkan bahwa kontribusi para peneliti Unpad mendapatkan pengakuan di tingkat global. Pengakuan tersebut diharapkan dapat memperkuat reputasi akademik Unpad, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Universitas Padjadjaran tentu bersyukur dan mengapresiasi pengakuan ini. Bagi kami (Unpad), yang lebih penting adalah bagaimana reputasi tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas kontribusi dan meningkatkan dampak nyata keberadaan Unpad bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Nur Atik.
Prof. Nur Atik menjelaskan, capaian tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang Unpad dalam membangun ekosistem riset yang kondusif, produktif, dan berkelanjutan. Dalam hal ini, Unpad terus mendorong terciptanya lingkungan penelitian yang mendukung para peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.
Upaya penguatan ekosistem tersebut diwujudkan melalui sejumlah kebijakan, di antaranya penyediaan skema hibah penelitian dari pendanaan internal universitas, peningkatan fasilitas dan infrastruktur riset, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah, sektor industri, dan masyarakat.
Melalui dukungan tersebut, Unpad berupaya mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperluas pemanfaatan hasil penelitian, sehingga kontribusi perguruan tinggi dapat dirasakan secara lebih nyata.
Lebih lanjut, Prof. Nur Atik menjelaskan bahwa peningkatan jumlah ilmuwan yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 ini bukanlah satu-satunya target universitas. Bagi Unpad, prioritas utamanya adalah memastikan penelitian yang dilakukan oleh para sivitas akademika mampu menghasilkan dampak positif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Ke depan, Unpad akan terus memperkuat ekosistem riset melalui dukungan fasilitas, pengembangan kolaborasi, serta dorongan agar penelitian berangkat dari kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab berbagai tantangan nyata. Dengan strategi tersebut, Unpad berharap capaian di tingkat internasional dapat berjalan seiring dengan peningkatan kontribusi ilmu pengetahuan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi Unpad, target utama bukan semata-mata meningkatkan jumlah ilmuwan yang masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists, melainkan memastikan bahwa penelitian yang dilakukan sivitas akademika benar-benar menghasilkan dampak positif dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pengakuan internasional seperti ini tentu menjadi hal yang membanggakan, tetapi kami memandangnya sebagai bonus dari upaya membangun riset yang berkualitas dan berdampak,” pungkasnya.* (R02)
The post Unpad Catat Jumlah Ilmuwan Terbanyak di Indonesia dalam World’s Top 2% Scientists appeared first on Universitas Padjadjaran.
Sumber: Universitas Padjadjaran