KUNINGAN – Peringatan Hari Jadi Kuningan ke-528 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pendahulu yang telah memberikan pengabdian bagi daer...
KUNINGAN – Peringatan Hari Jadi Kuningan ke-528 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pendahulu yang telah memberikan pengabdian bagi daerah.
Momentum tersebut diwujudkan melalui kegiatan ziarah ke makam leluhur dan para mantan Bupati Kuningan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Satu yang dipimpin langsung Bupati Kuningan melaksanakan ziarah ke sejumlah makam. Di antaranya makam Syekh Muhibat di Winduhaji, makam mantan Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda, dan Hj. Utje Choeriah Hamid Suganda, di Winduhaji, serta makam mantan Bupati Kuningan H. Acep Purnama, di Cigugur.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., mengatakan ziarah tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus penghormatan kepada para mantan bupati yang telah berjasa dalam membangun Kabupaten Kuningan.
“Ini salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Jadi Kuningan untuk mengapresiasi kepada para mantan bupati yang telah berjasa membangun Kuningan,” ujar Ucu Suryana.
Menurut Ucu, ziarah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki makna penting bagi generasi penerus. Para pendahulu yang telah mengabdikan diri untuk daerah perlu terus dikenang dan didoakan.
“Sehingga kita sebagai generasi penerus sudah sewajibnya untuk selalu mendoakan, berziarah pada makam para mantan bupati yang ada di Kuningan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak melupakan orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan. Nilai penghormatan kepada para pendahulu, menurutnya, perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Lebih dari itu, ziarah juga menjadi momentum refleksi tentang kehidupan manusia. Setiap orang pada akhirnya akan menghadapi kematian sehingga penting untuk senantiasa mengingat dan mendoakan keluarga maupun orang tua yang telah lebih dahulu berpulang.
“Ini juga menginspirasi kita supaya kita selalu mengingat bahwa kita juga harus berziarah kepada makam orang tua kita, dan kita juga selanjutnya akan dimakamkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, peringatan Hari Jadi Kuningan ke-528 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menguatkan kesadaran generasi penerus untuk menghargai jasa para pendahulu, mendoakan mereka yang telah berpulang, serta melanjutkan pembangunan Kuningan dengan semangat kebersamaan. (IKP/DISKOMINFO)
Sumber: Diskominfo Kuningan