[Kanal Media Unpad] Inisiatif kolaborasi lintas sektor Cyclow resmi diluncurkan melalui Kick-Off Meeting di Hotel The Luxton Bandung, Jumat (16/10). Dipimpin oleh akademisi Unpad Prof. Tomy Perdana dan Dr. Gemilang Lara Utama Saripudin, Cyclow hadir untuk mendukung riset transformasi pengelolaan sampah organik HOREKA berbasis circular bioeconomy di Kota Bandung.

Langkah ini menjadi wadah awal untuk mendukung riset bertajuk "Transformasi Sampah Organik HOREKA Berbasis Circular Bioeconomy untuk Pengurangan Emisi dan Ketahanan Lingkungan Kota Bandung". Berfokus pada penguatan kolaborasi lintas sektor, penyelarasan data, serta komitmen bersama, riset ini hadir untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan limbah organik di sektor Hotel, Restoran, Kafe, dan Katering (HOREKA).

Berdasarkan hasil kajian, penanganan sampah organik di sektor HOREKA Kota Bandung sejauh ini memang masih menghadapi kendala serius. Beberapa di antaranya meliputi pemilahan sampah di tingkat sumber yang belum konsisten, rantai pengelolaan yang belum terpadu, hingga terbatasnya keterkaitan antara pengolahan sampah dan sistem pangan lokal.

Di sisi lain, Kota Bandung sebenarnya telah memiliki berbagai program pemerintah daerah seperti Kang Pisman, Buruan SAE, dan DASHAT. Program-program ini dinilai memiliki peluang besar untuk diperkuat agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik, mendorong ekonomi sirkular, mengurangi emisi karbon, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah.

Beberapa hal yang dijadikan prioritas dalam program ini meliputi pengelolaan limbah langsung di sumbernya melalui pemisahan yang lebih baik dan solusi praktis. Selain itu, program ini juga berfokus mengintegrasikan sistem data dan informasi dengan inisiatif yang sudah ada seperti KARASA dan SIPSN, serta mengembangkan solusi yang berpusat pada pengguna tanpa menambah beban operasional yang tidak perlu.

Sementara prioritas lain mencakup penjelajahan mekanisme insentif untuk mendorong praktik pengelolaan limbah yang lebih baik, memperkuat kolaborasi serta pendidikan lintas sektor, hingga meneliti pemanfaatan sirkular limbah makanan termasuk untuk pakan ternak, biogas, dan pupuk organik. Seluruh proses ini dirancang menggunakan pendekatan co-design untuk memastikan bahwa identifikasi masalah hingga penetapan solusi dirumuskan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan yang akan menjalankannya di lapangan.

Ketua Tim Peneliti Unpad, Prof. Tomy Perdana, menekankan bahwa partisipasi aktif para pelaku usaha memerlukan dorongan skema insentif yang tepat. "Pengelolaan sampah pangan membutuhkan mekanisme yang mampu mendorong partisipasi pelaku usaha dan pemangku kepentingan secara berkelanjutan. Pengembangan insentif perlu dikaji agar dapat mendukung praktik pengelolaan sampah yang lebih baik," jelas Prof. Tomy.

Lebih lanjut, Dr. Gemilang juga menggarisbawahi pentingnya keterpaduan data dalam perumusan kebijakan pengelolaan lingkungan. "Integrasi data menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah. Data yang saling terhubung dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan akan membantu pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan," tutur Dr. Gemilang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Bandung beserta perwakilan Pemerintah Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat, DKPP, DPPKB, Diskominfo, Bapperida Kota Bandung, Disbudpar, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Bapenda. Hadir pula jajaran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Jawa Barat, Akar PHRI, Pertamina, Universitas Padjadjaran, hingga perwakilan dari lima kecamatan di Kota Bandung, yaitu Coblong, Sumur Bandung, Bandung Wetan, Cidadap, dan Lengkong. Pertemuan ini menandai langkah awal realisasi kolaborasi nyata menuju Kota Bandung yang beremisi rendah, tangguh lingkungan, dan berbasis ekonomi sirkular.* (Rilis oleh: M. Hafaz Nur Rizqi/Reporter: Refaluna Aurum Zahra/R01)

The post Cyclow Inisiasi Kolaborasi Lintas Sektor untuk Transformasi Sampah Organik HOREKA di Kota Bandung appeared first on Universitas Padjadjaran.

Sumber: Universitas Padjadjaran