[Kanal Media Unpad] Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran menyelenggarakan pelatihan pemulasaraan jenazah di Kawasan Transmigrasi Papua Barat, Tomage, Kabupaten Fakfak, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan ini mengajak warga setempat untuk mengasah keterampilan kemanusiaan sekaligus mempertegas komitmen pengabdian masyarakat demi mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pelatihan yang merupakan bagian dari program unggulan Kampung Harmoni ini diikuti oleh 17 warga setempat. Untuk memastikan peserta memperoleh pemahaman teori sekaligus praktik yang mendalam, panitia menghadirkan Ustaz Hadi Suripto dan Ustaz Triyono Handaki sebagai narasumber. Selain memaparkan materi sesuai kaidah agama, narasumber mendampingi langsung jalannya simulasi dengan tetap menekankan pentingnya aspek kebersihan dan kesehatan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya aktif mengamati demonstrasi dan melakukan praktik langsung, tetapi juga saling berinteraksi dalam sesi diskusi. Metode interaktif ini diterapkan agar peserta dapat memahami setiap tahapan pemulasaraan jenazah secara sistematis, terstruktur, dan rinci.
Ketua Tim 11 Ekspedisi Patriot Unpad, Dr. Taufik Ampera, M.Hum., menjelaskan bahwa pelatihan pemulasaraan jenazah merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat melalui keterampilan yang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata pengembangan Kampung Harmoni dalam membentuk masyarakat yang saling peduli, kooperatif, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan bersama.
“Keterampilan pemulasaraan jenazah merupakan pengetahuan yang penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan kewajiban sosial dan keagamaan. Melalui pelatihan ini, kami berharap warga memiliki kesiapan dan kepercayaan diri untuk saling membantu ketika menghadapi situasi kedukaan,” ujar Taufik.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Tim Ekspedisi Kampung Harmoni, Iqbal Abdul Rizal, M.Hum., mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme dan kepedulian warga selama pelatihan berlangsung. Ia menilai bahwa keterlibatan aktif para peserta membuktikan program pemberdayaan masyarakat akan jauh lebih berdampak ketika berangkat dari kebutuhan nyata warga lokal.
“Setiap materi dan praktik disimak dengan baik dan penuh perhatian. Bahkan pada sesi diskusi, peserta aktif memberikan saran serta saling meluruskan apabila terdapat pemahaman yang dirasa kurang tepat. Suasana pelatihan pun menjadi sangat hidup dan interaktif,” ungkap Iqbal.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kehidupan warga. Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat terus disebarluaskan, sehingga masyarakat makin siap dan tanggap untuk saling bahu-membahu saat menghadapi situasi kedukaan, sekaligus mempererat ikatan sosial antarwarga. harapannya pelatihan ini akan berdampak secara berkelanjutan dalam kehidupan warga, materi yang disampaikan dapat menjadi bekal yang diteruskan pada warga lainnya. Ketika pengetahuan semakin tersebar, masyarakat akan lebih siap untuk saling bahu membahu dalam menghadapi situasi kedukaan. hal tersebut akan membantu kehidupan social warga menjadi makin era
Selain itu, inisiatif pemberdayaan masyarakat oleh Tim 11 Ekspedisi Patriot Unpad ini mendukung secara langsung pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dukungan terhadap SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) diwujudkan melalui penerapan standar kebersihan dan higienitas dalam proses pemulasaraan jenazah. Sementara itu, kontribusi terhadap SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dilakukan dengan membuka akses edukasi serta keterampilan esensial bagi masyarakat di kawasan transmigrasi terpencil Papua Barat. Seluruh rangkaian kegiatan ini juga merefleksikan pencapaian SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah kampung, dan warga lokal demi memperkuat ketahanan sosial serta kemandirian kawasan. (Rilis oleh: FIB Unpad)
The post Ekspedisi Patriot Unpad Perkuat Keterampilan Kemanusiaan Warga Transmigrasi Tomage Papua Barat appeared first on Universitas Padjadjaran.
Sumber: Universitas Padjadjaran
Tinggalkan Komentar