[Kanal Media Unpad] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan University of North Carolina Wilmington (UNCW) menggelar General Lecture Series 01 bertajuk “Coastal Oceanography in the Big Data Era”. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Diaspora Berdampak 2026 ini diselenggarakan secara hybrid di Ruang Aula FPIK Gedung 2 Lantai 2, Unpad, serta disiarkan langsung melalui Zoom Meeting, Selasa, (6/10).

Acara secara resmi dibuka dengan sambutan dari Direktur Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian pada Masyarakat (DRHPM) Unpad, Prof. dr. Nur Atik, M.Kes., Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset FPIK Unpad, Dr. Atikah Nurhayati, S.P., M.P. Kuliah umum ini menghadirkan akademisi diaspora Indonesia sekaligus Associate Professor dari UNCW, Prof. Sutara Suanda, sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Donny Juliandri P., S.Pi., M.Sc., Ph.D. (Project Leader Diaspora Berdampak 2026) selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Prof. Sutara membahas kompleksitas dinamika oseanografi pesisir yang melibatkan berbagai proses, mulai dari pasang surut, gelombang, stratifikasi, dan arus hingga proses biologis yang saling berinteraksi dalam berbagai skala. Beliau menyoroti peran strategis ocean modeling dan nested modeling dalam memetakan dinamika laut secara presisi. Peserta yang hadir diperkenalkan pada pemanfaatan data observasi dan satelit, serta konsep regional hindcast dan forecast yang dapat digunakan untuk memahami kondisi laut masa lalu sekaligus memprediksi perubahan yang mungkin terjadi.

“Inovasi teknologi kelautan bukan hanya tentang mengumpulkan data sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana kita cerdas memahami ketidakpastian dan mengintegrasikan beragam sumber data,” ujar Prof. Sutara.

Menurut Prof. Sutara, big data dalam oseanografi tidak hanya berkaitan dengan jumlah data yang besar. Ia menekankan bahwa dalam lautan data yang bersumber dari berbagai asal, kemampuan mengurasi dan mengintegrasikan sumber data yang ada harus berjalan bersamaan. Dengan integrasi berbagai sumber data, teknologi dan pemodelan mutakhir mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika pesisir dan laut. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan dan dalam merespons perubahan lingkungan serta iklim.

Peserta tampak sangat antusias selama sesi diskusi, mulai dari bahasan akurasi model, pemantauan lamun di tengah perubahan iklim, hingga pengembangan aplikasi prediksi fishing ground bersama nelayan. Melalui General Lecture Series 01, mahasiswa FPIK Unpad berkesempatan memperluas wawasan tentang perkembangan teknologi kelautan dan penerapannya dalam bidang sains maupun pengelolaan sumber daya laut. Peserta pun memperoleh pemahaman tentang perkembangan teknologi, sekaligus melihat peluang pemanfaatan data dan pemodelan untuk mendukung pengembangan riset kelautan.

Program Diaspora Berdampak 2026 diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara FPIK Unpad dan para akademisi internasional untuk terus membuka ruang inovasi dan kontribusi akademik bagi pengembangan sains kelautan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus mendukung peningkatan pemahaman tentang ekosistem laut dan penguatan aksi dalam menghadapi perubahan iklim.* (Rilis oleh: FPIK Unpad)

Sumber: https://fpik.unpad.ac.id/fpik-unpad-dan-uncw-bahas-pemanfaatan-big-data-dalam-oseanografi-pesisir/

The post FPIK Unpad dan UNCW Bahas Pemanfaatan Big Data dalam Oseanografi Pesisir appeared first on Universitas Padjadjaran.

Sumber: Universitas Padjadjaran